NASA Info :

STOP...!! WASPADAI PRODUK TIRUAN, Pastikan belanja dari AGEN / DISTRIBUTOR RESMI NASA
Terhitung mulai 1 Juni 2016 PT Natural Nusantara melakukan penyesuaian harga baru untuk produk Agrokompleks. Untuk memperoleh kepastian harga baru, seilahkan menghubungi admin kami di nomor 081991144085

Terimakasih,
Admin N-386159

Struktur Tanah Pertanian dan Unsur di Dalamnya

N-386159 Eko N Nasa 0 comments
Pertanian dengan Produk NASA

Meskipun secara singkat, kami Distributor Resmi PT Natural Nusantara (NASA) akan memberikan gambaran mengenai Tanah dan Unsur di dalamnya. Tentu ini dari berbagai sumber, semoga dapat bermanfaat. NASA melalui aspek K3 yang bertujuan Pemberdayaan Potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia yang berkelanjutan, melalui PUPUK Organik NASA yang aman bagi lingkungan dan teruji dari sisi teknologi.

Secara menyeluruh tanah merupakan lapisan permukaan bumi.
  • Secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran penopang tegak tumbuhnya tanaman dan menyuplai kebutuhan air dan udara.
  • Secara kimia  berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi (senyawa organik dan anorganik sederhana dan unsur-unsur esensial seperti : N, P, K, Ca, Mg, S, Cu, Zn, Fe, Mn, B, Cl)
  • Secara biologi berfungsi sebagai habitat biota (organisme) yang berpartisi aktif dalam penyediaan hara tersebut zat-zat aditif (pemacu tumbuh, proteksi) bagi tanaman.
Secara garis besar tanah memiliki fungsi, diantaranya:
  1. Tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran
  2. Penyedia kebutuhan primer tanaman seperti air, udara dan unsur- unsur hara.
  3. Penyedia kebutuhan sekunder tanaman (zat-zat pemacu tumbuh: hormon, vitamin, dan asam-asam organik; antibiotik dan toksin anti hama; enzim yang dapat meningkatkan kesediaan hara)
  4. Sebagai habitat biota tanah, baik yang berdampak positif karena terlibat langsung atau tak langsung dalam penyediaan kebutuhan primer dan sekunder tanaman tersebut, maupun yang berdampak negatif karena merupakan hama & penyakit tanaman.
     
Untuk dapat menjadikan tanaman tumbuh subur, Tanah harus memiliki unsur hara yang cukup. Unsur hara dalam tanah yang di butuhkan tumbuhan mencakup Unsur Hara Makro dan Unsur Hara Mikro.
  • Unsur Hara Makro meliputi;
    Nitrogen (N)
    Fosfor (P)
    Kalium (K)
    Kalsium (Ca)
    Magnesium (Mg)
    Belerang (S)
  • Unsur Hara Mikro meliputi;
    Besi (Fe)
    Mangaan (Mn)
    Boron (B)
    Molibden (Mo)
    Tembaga (Cu)
    Seng (Zn)
    Clor (Cl)
Adapun Fungsi UNSUR HARA MAKRO adalah :
  1. Nitrogen (N)
    - Merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.
    - Merupakan bagian dari sel ( organ ) tanaman itu sendiri
    - Berfungsi untuk sintesa asam amino dan protein dalam tanaman
    - Merangsang pertumbuhan vegetatif ( warna hijau ) seperti daun

    Gejala tanaman yang kekurangan unsur N :
    - Pertumbuhan lambat/kerdil,
    - Daun hijau kekuningan,
    - Daun sempit, pendek dan tegak,
    - Daun-daun tua cepat menguning dan mati.
  2. Phospat (P)
    - Berfungsi untuk pengangkutan energi hasil metabolisme dalam tanaman
    - Merangsang pembungaan dan pembuahan
    - Merangsang pertumbuhan akar
    - Merangsang pembentukan biji
    - Merangsang pembelahan sel tanaman dan memperbesar jaringan sel

    Gejala tanaman yang kekurangan unsur (P) :
    - Pembentukan buah/dan biji berkurang,
    - Kerdil,
    - Daun berwarna keunguan atau kemerahan ( kurang sehat )
  3. Kalium (K)
    - Berfungsi dalam proses fotosintesa, pengangkutan hasil asimilasi, enzim dan mineral termasuk air.
    - Meningkatkan daya tahan/kekebalan tanaman terhadap penyakit

    Tanaman yang kekurangan unsur K gejalanya :
    - Batang dan daun menjadi lemas/rebah,
    - Daun berwarna hijau gelap kebiruan tidak hijau segar dan sehat,
    - Ujung daun menguning dan kering,
    - Timbul bercak coklat pada pucuk daun.
Adapun Fungsi UNSUR HARA MIKRO adalah :
  1. Besi (Fe)
    Fungsi Fe antara lain sebagai penyusun klorofil, protein, enzim, dan berperanan dalam perkembangan kloroplas.
    Fungsi lain Fe ialah sebagai pelaksana pemindahan electron dalam proses metabolisme. Proses tersebut misalnya reduksi N2, reduktase solfat, reduktase nitrat.
    Kekurangan Fe  menyebabakan: terhambatnya pembentukan klorofil dan akhirnya juga penyusunan protein menjadi tidak sempurna Defisiensi Fe menyebabkan kenaikan kaadar asam amino pada daun dan penurunan jumlah ribosom secara drastic. Penurunan kadar pigmen dan protein dapat disebabkan oleh kekurangan Fe. Juga akan mengakibatkan pengurangan aktivitas semua enzim.
  2. Mangaan (Mn)
    Mn merupakan penyusun ribosom dan juga mengaktifkan polimerase, sintesis protein, karbohidrat. Berperan sebagai activator bagi sejumlah enzim utama dalam siklus krebs, dibutuhkan untuk fungsi fotosintetik yang normal dalam kloroplas,ada indikasi  dibutuhkan dalam sintesis klorofil.
  3. Seng (Zn)
    Fungsi Zn antara lain : pengaktif enim anolase, aldolase, asam oksalat dekarboksilase, lesitimase,sistein desulfihidrase, histidin deaminase, super okside demutase (SOD), dehidrogenase, karbon anhidrase, proteinase dan peptidase. Juga berperan dalam biosintesis auxin, pemanjangan sel dan ruas batang.
    Adapun gejala defisiensi Zn antara lain : tanaman kerdil, ruas-ruas batang memendek, daun mengecil dan mengumpul (resetting) dan klorosis pada daun-daun muda dan intermedier serta adanya nekrosis.
  4. Tembaga (Cu)
    Fungsi dan peranan Cu antara lain : mengaktifkan enzim sitokrom-oksidase, askorbit-oksidase, asam butirat-fenolase dan laktase. Berperan dalam metabolisme protein dan karbohidrat, berperan terhadap perkembangan tanaman generatif, berperan terhadap fiksasi N secara simbiotis dan penyusunan lignin.
    Adapun gejala defisiensi / kekurangan Cu antara lain : pembungaan dan pembuahan terganggu, warna daun muda kuning dan kerdil, daun-daun lemah, layu dan pucuk mongering serta batang dan tangkai daun lemah.

  5. Molibden (Mo)
    Fungsi Mo dalam tanaman adalah mengaktifkan enzim nitrogenase, nitrat reduktase dan xantine oksidase.
    Gejala yang timbul karena kekurangan Mo hampir menyerupai kekurangan N. Kekurangan Mo dapat menghambat pertumbuhan tanaman, daun menjadi pucat dan mati dan pembentukan bunga terlambat.
  6. Boron (B)
    Fungsi boron dalam tanaman antara lain berperanan dalam metabolisme asam nukleat, karbohidrat, protein, fenol dan auksin. Di samping itu boron juga berperan dalam pembelahan, pemanjangan dan diferensiasi sel, permeabilitas membran, dan perkecambahan serbuk sari.
    Gejal defisiensi hara mikro ini antara lain : pertumbuhan terhambat pada jaringan meristematik (pucuk akar), mati pucuk (die back), mobilitas rendah, buah yang sedang berkembang sngat rentan, mudah terserang penyakit.
  7. Klor (Cl)
    Klor berfungsi sebagai pemindah hara tanaman, meningkatkan osmose sel, mencegah kehilangan air yang tidak seimbang, memperbaiki penyerapan ion lain,untuk tanaman kelapa dan kelapa sawit dianggap hara makro yang penting. Juga berperan dalam fotosistem II dari proses fotosintesis, khususnya dalam evolusi oksigen.
    Adapun defisiensi klor adalah antara lain : pola percabangan akar abnormal, gejala wilting (daun lemah dan layu), warna keemasan (bronzing) pada daun, pada tanaman kol daun berbentuk mangkuk.
Mudah mudahan dengan sedikit pemahaman ini dapat memberikan pengetahuan tentang Tanah dan Unsur yang ada di dalamnya dengan harapan akan meningkatkan budidaya agrokompleks Indonesia tercinta.

Terkait :
Teknologi Organik NASA
POC NASA (Untuk perbaikan lahan)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA
Post: Struktur Tanah Pertanian dan Unsur di Dalamnya
By: Eko N Nasa
Rating: 5 dari 5
Untuk Info Poduk dan Pemesanan:
Silahkan CALL/SMS: 081-991144-085 atau BB Pin: 74F905BB
http://www.indonaturalplus.com/2014/11/struktur-tanah-pertanian-dan-unsur-di.html
Memuat...
Copyright©2014 Agen Resmi Produk NASA | Pupuk Organik.