NASA Info :

STOP...!! WASPADAI PRODUK TIRUAN, Pastikan belanja dari AGEN / DISTRIBUTOR RESMI NASA
Terhitung mulai 1 Juni 2016 PT Natural Nusantara melakukan penyesuaian harga baru untuk produk Agrokompleks. Untuk memperoleh kepastian harga baru, seilahkan menghubungi admin kami di nomor 081991144085

Terimakasih,
Admin N-386159

Budidaya Mentimun Dengan Produk NASA

N-386159 Eko N Nasa 0 comments

Produksi Mentimun di Indonesia masih sangat rendah padahal potensinya masih bisa ditingkatkan. Untuk itu PT. Natural Nusantara (NASA) berupaya turut membantu meningkatkan produksi secara Kualitas, Kuantitas dan Kelestarian (aspek K-3).


SYARAT PERTUMBUHAN

  • Iklim
    Adaptasi mentimun pada berbagai iklim cukup tinggi, namun pertumbuhan optimum pada iklim kering. Cukup mendapat sinar matahari, temperatur (21,1 - 26,7)°C dan tidak banyak hujan. Ketinggian optimum 1.000 - 1.200 mdpl.
  • Media Tanam
    Tanah gembur, banyak mengandung humus, tata air baik, tanah mudah meresapkan air, pH tanah 6-7.
TEKNIS BUDIDAYA

PEMBIBITAN
  • Siapkan Natural GLIO dan campurkan dengan pupuk kandang matang, diamkan 1 minggu.
  • Siapkan tanah halus dan pukan dapat diganti SUPERNASA / POC NASA yang telah dicampur Natural GLIO (tanah : pukan = 7:3) dan masukkan polybag.
  • Rendam benih dalam larutan POC NASA dan air hangat (2cc/l) selama 30 menit.
  • Peram selama 12 jam. Setiap benih yang berkecambah dipindahkan ke polibag sedalam 0,5-1 cm.
  • Polybag dinaungi plastik bening dan bibit disiram dua kali sehari.
  • Semprotkan POC NASA (2cc/l air) pada 7 hss.
  • Setelah berumur 12 hari atau berdaun 3-4 helai, bibit dipindahkan ke kebun.
PENGOLAHAN MEDIA TANAM
  • Bersihkan lahan dari gulma, rumput, pohon yang tidak diperlukan.
  • Berikan kalsit/dolomit (pH tanah <6 : 1-2 ton/ha)
  • Tanah dibajak/dicangkul 30-35cm sambil membalikkan tanah dan biarkan 2 minggu.
  • Olah kembali tanah sambil membuat bedengan lebar 120 cm, tinggi 30-40 cm dan jarak antar bedengan 30 cm.
  • Tambahkan pupuk kandang 20-30 ton/ha atau 0,5 kg pupuk kandang ke setiap lubang tanam 40 x 40 x 40 cm.
  • Berikan pupuk NPK 100 kg/ha (1/3 dari dosis keseluruhan).
  • Siramkan POP SUPERNASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis ± 1 botol/1000 m² dengan cara :
    • Alternatif 1 :
      1 botol POP SUPERNASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
    • Alternatif 2 :
      setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan POP SUPERNASA untuk menyiram 5-10 meter bedengan.
  • Pasang mulsa. Dan 1 minggu kemudian buat lubang tanam.
  • Taburkan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan dengan pukan pada setiap lubang tanam (1 kemasan + 25-50 kg pukan matang untuk 1000 m2).
PENANAMAN 
  • Siram bibit dalam polibag dengan air- Keluarkan bibit bersama medianya dari polibag.
  • Tanamkan bibit di lubang tanam dan padatkan tanah di sekitar batang.
PEMELIHARAAN TANAMAN
  • Tanaman yang rusak atau mati dicabut dan segera disulam dengan tanaman yang baik.
  • Bersihkan gulma (bisa bersama waktu pemupukan).
  • Pasang ajir pada 5 hst ( hari setelah tanam ) untuk merambatkan tanaman.
  • Daun yang terlalu lebat dipangkas, dilakukan 3 minggu setelah tanam pada pagi atau sore hari.
  • Pengairan dan Penyiraman rutin dilakukan setiap pagi dan sore hari dengan cara di siram atau menggenangi lahan selama 15-30 menit.
  • Selanjutnya pengairan hanya dilakukan jika diperlukan dan diintensifkan kembali pada masa pembungaan dan pembuahan.
PEMUPUKAN


Waktu
Pupuk (Kg)
TSP
Urea
KCL
Pupuk Kandang
Pupuk Dasar
150
150
150
20.000
3-5 hst
100
150
100

10 hst
250
300
100

Setelah Berbunga

250
250

Setelah Panen 1

100
100

 
POC NASA + Hormonik (Mulai umur2–10 minggu) Disemprotkan ke daun :
  • Alternatif 1:
    8 kali ( interval 1 minggu sekali) dgn dosis 3 – 4 tutup POC NASA + 1 tutup Hormonik per tangki
  • Alternatif 2:
    4 kali (interval 2 minggu sekali ) dgn dosis 6 - 8 tutup POC NASA + 1 tutup Hormonik per tangki
HAMA DAN PENYAKIT

HAMA
  • Oteng-oteng atau Kutu Kuya (Aulocophora similis Oliver).Kumbang daun berukuran 1 cm dengan sayap kuning polos.
    Gejala : merusak dan memakan daging daun sehingga daun bolong; pada serangan berat, daun tinggal tulangnya.
    Pengendalian : Natural BVR atau PESTONA.
  • Ulat Tanah (Agrotis ipsilon). Ulat ini berwarna hitam dan menyerang tanaman terutama yang masih muda.
    Gejala: Batang tanaman dipotong disekitar leher akar.
  • Lalat buah (Dacus cucurbitae Coq.) Lalat dewasa berukuran 1-2 mm. Lalat menyerang mentimun muda untuk bertelur,
    Gejala: memakan daging buah sehingga buah abnormal dan membusuk.
    Pengendalian : Natural METILAT.
  • Kutu daun (Aphis gossypii Clover) Kutu berukuran 1-2 mm, berwarna kuning atau kuning kemerahan atau hijau gelap sampai hitam.
    Gejala: menyerang pucuk tanaman sehingga daun keriput, kerititing dan menggulung. Kutu ini juga penyebar virus.
    Pengendalian : Natural BVR atau PESTONA
PENYAKIT
  • Busuk daun (Downy mildew)
    Penyebab : Pseudoperonospora cubensis Berk et Curt. Menginfeksi kulit daun pada kelembaban udara tinggi, temperatur 16 - 22°C dan berembun atau berkabut.
    Gejala : daun berbercak kuning dan berjamur, warna daun akan menjadi coklat dan busuk. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.
  • Penyakit tepung (Powdery mildew )
    Penyebab : Erysiphe cichoracearum. Berkembang jika tanah kering di musim kemarau dengan kelemaban tinggi.
    Gejala : permukaan daun dan batang muda ditutupi tepung putih, kemudian berubah menjadi kuning dan mengering.
    Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.
  • Antraknose
    Penyebab : cendawan Colletotrichum lagenarium Pass.
    Gejala: bercak-bercak coklat pada daun. Bentuk bercak agak bulat atau bersudut-sudut dan menyebabkan daun mati; gejala bercak dapat meluas ke batang, tangkai dan buah. Bila udara lembab, di tengah bercak terbentuk massa spora berwarna merah jambu.
    Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.
  • Bercak daun bersudut
    Penyebab : cendawan Pseudomonas lachrymans. Menyebar pada saat musim hujan.
    Gejala : daun berbercak kecil kuning dan bersudut; pada serangan berat seluruh daun yang berbercak berubah menjadi coklat muda kelabu, mengering dan berlubang.
    Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.
  • Virus
    Penyebab : Cucumber Mosaic Virus, CMV, Potato virus mosaic, PVM; Tobacco Etch Virus, TEV; otato Bushy Stunt Virus (TBSV); Serangga vektor adalah kutu daun Myzus persicae Sulz dan Aphis gossypii Glov.
    Gejala : daun menjadi belang hijau tua dan hijau muda, daun berkerut, tepi daun menggulung, tanaman kerdil.
    Pengendalian: dengan mengendalikan serangga vektor dengan Natural BVR atau PESTONA, mengurangi kerusakan mekanis, mencabut tanaman sakit dan rotasi dengan famili bukan Cucurbitaceae.
  • Kudis (Scab)
    Penyebab : cendawan Cladosporium cucumerinum Ell.et Arth. Terjadi pada buah mentimun muda.
    Gejala : ada bercak basah yang mengeluarkan cairam yang jika mengering akan seperti karet; bila menyerang buah tua, terbentuk kudis yang bergabus.

    Pengendalian
    : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.
  • Busuk buah
    Penyebab :
    • Cendawan
      (1) Phytium aphinadermatum (Edson) Fizt.
      (2) Phytopthora sp. , Fusarium sp.
      (3) Rhizophus sp.
    • Erwinia carotovora pv. Carotovora. Infeksi terjadi di kebun atau di tempat penyimpanan.
  • Gejala:
    • Phytium aphinadermatum: buah busuk basah dan jika ditekan, buah pecah
    • Phytopthora: bercak agak basah yang akan menjadi lunak dan berwarna coklat dan berkerut.
    • Rhizophus: bercak agak besah, kulit buah lunak ditumbuhi jamur, buah mudah pecah
    • Erwinia carotovora: buah membusuk, hancur dan berbau busuk.
      Pengendalian :
      dengan menghindari luka mekanis, penanganan pasca panen yang hati-hati, penyimpanan dalam wadah bersih dengan suhu antara 5 - 7 derajat C. Dan pemberian Natural GLIO sebelum tanam.
PANEN
  • Ciri dan Umur PanenBuah mentimun muda lokal untuk sayuran, asinan atau acar umumnya dipetik 2-3 bulan setelah tanam, mentimun hibrida dipanen 42 hari setelah tanam Mentimun Suri dipanen setelah matang.
  • Cara Panen
    Buah dipanen di pagi hari sebelum jam 9.00 dengan cara memotong tangkai buah dengan pisau tajam.
  • Periode Panen
    Mentimun sayur dipanen 5 - 10 hari sekali tergantung dari varitas dan ukuran/umur buah yang dikehendaki.
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA
Post: Budidaya Mentimun Dengan Produk NASA
By: Eko N Nasa
Rating: 5 dari 5
Untuk Info Poduk dan Pemesanan:
Silahkan CALL/SMS: 081-991144-085 atau BB Pin: 74F905BB
http://www.indonaturalplus.com/2014/11/budidaya-mentimun-dengan-produk-nasa.html
Memuat...
Copyright©2014 Agen Resmi Produk NASA | Pupuk Organik.